Surabaya, kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta.
Namun banyak hal yang menjadi poin plus surabaya dibandingkan Jakarta :
1. Matahari terbit lebih awal (yaeyalah...*dongdong mode on*)
2. Walau jalanan penuh dengan kendaraan bermotor, namun macet di Surabaya itu masih bisa bergerak, sangat berbeda dengan Bandung atau Jakarta yang definisi macetnya adalah diam total dan jalan merayap.
3. Pagi, siang, sore, malem panas terus...bahkan gak ada matahari pun panas minta ampun.
4. Tingkat kemakmuran disini sangat luar biasa. Nyaris tidak ada gelandangan maupun anak jalanan di jalan-jalan protokol dan emperan mall.
Namun banyak hal yang menjadi poin plus surabaya dibandingkan Jakarta :
1. Matahari terbit lebih awal (yaeyalah...*dongdong mode on*)
2. Walau jalanan penuh dengan kendaraan bermotor, namun macet di Surabaya itu masih bisa bergerak, sangat berbeda dengan Bandung atau Jakarta yang definisi macetnya adalah diam total dan jalan merayap.
3. Pagi, siang, sore, malem panas terus...bahkan gak ada matahari pun panas minta ampun.
4. Tingkat kemakmuran disini sangat luar biasa. Nyaris tidak ada gelandangan maupun anak jalanan di jalan-jalan protokol dan emperan mall.

Sangat berbeda dengan kondisi jalanan dan emperan mall di Bandung maupun Jakarta, di Surabaya sangat susah menemukan keberadaan anak jalanan. Padahal kalo ke Bandung atau Jakarta, cari aja di lampu merah atau emperan mall. Yang paling memprihatinkan adalah anak-anak jalanan di Jalan Merdeka Bandung, yang tidur bergeletakkan di jalanan depan BIP.
Sungguh luar biasa walikota Surabaya.
Geser sedikit ke daerah pinggiran Surabaya...
Sidoarjo kabupaten yang terkenal dengan lumpurnya.
Walaupun publik mengenal dengan julukan lumpur, namun jika dibandingkan antara Bandung dan Sidoarjo...secara kasat mata saja terlihat bahwa Sidoarjo lebih makmur daripada Bandung.
Jalan besar-besar (bahkan gang di Sidoarjo bisa masuk 1 mobil+2 motor), bersih dan sangat rapih (trotoar jalan seperti plasa...bener2 bikin nyaman pedestrian), Bandara Internasional Juanda bukan di Surabaya tapi di Sidoarjo, dan yang pastinya potret gelandangan dan anak jalanan yang sangat jauh berbeda dengan Bandung dan Jakarta.
Sama seperti Surabaya, sulit sekali mencari tempat di mana anak jalanan dan gelandangan.
Sidoarjo ==> Sido = jadi, arjo = kaya. Sesuai dengan namanya, memang sidoarjo kaya.
9 bulan saya tinggal di Sidoarjo dan 1 bulan ini di Surabaya.
Benar-benar kota super panas yang sangat luar biasa potret jalanannya.
Walikota Surabaya dan Bupati Sidoarjo patut diberi acungan jempol karena kesenjangan sosial di sini tidak ekstrim seperti Bandung apalagi Jakarta.
*Nunu*
Sungguh luar biasa walikota Surabaya.
Geser sedikit ke daerah pinggiran Surabaya...
Sidoarjo kabupaten yang terkenal dengan lumpurnya.
Walaupun publik mengenal dengan julukan lumpur, namun jika dibandingkan antara Bandung dan Sidoarjo...secara kasat mata saja terlihat bahwa Sidoarjo lebih makmur daripada Bandung.
Jalan besar-besar (bahkan gang di Sidoarjo bisa masuk 1 mobil+2 motor), bersih dan sangat rapih (trotoar jalan seperti plasa...bener2 bikin nyaman pedestrian), Bandara Internasional Juanda bukan di Surabaya tapi di Sidoarjo, dan yang pastinya potret gelandangan dan anak jalanan yang sangat jauh berbeda dengan Bandung dan Jakarta.
Sama seperti Surabaya, sulit sekali mencari tempat di mana anak jalanan dan gelandangan.
Sidoarjo ==> Sido = jadi, arjo = kaya. Sesuai dengan namanya, memang sidoarjo kaya.
9 bulan saya tinggal di Sidoarjo dan 1 bulan ini di Surabaya.
Benar-benar kota super panas yang sangat luar biasa potret jalanannya.
Walikota Surabaya dan Bupati Sidoarjo patut diberi acungan jempol karena kesenjangan sosial di sini tidak ekstrim seperti Bandung apalagi Jakarta.
*Nunu*

No comments:
Post a Comment